lebaran dikampoeng..

menjelang lebaran jalanan itu mulai padat dengan kendaraan, ya”’ rutinitas mudik atau pulang kampung untuk orang2 yang merantau keluar dari kampung halamannya, aku adalah dalah satunya, dari kecil ngikutin orang tuaku berpindah-pindah dari satu wilayah kewilayah lain atau dari satu pulau kepulau yang lain.. um memang males cape n sepertinya kehilangan identitas dari mana asalku tp sekarang aku bersyukur karena dengan berpindah2 aku bisa ngeliat begitu banyak daerah2 di Indonesia yang belum tentu semua orang pernah ngalaminnya, punya banyak teman dari berbagai karakter daerah, aku juga nguasain beberapa bahasa daerah seperti bahasa sunda, jawa, manggarai(ruteng flores), kupang, dll yah walaupun tidak secara mendalam..

ada yang pernah mendengar pantai pangandaran?? ya, salah satu daerah yang kemaren sempat kena tsunami.. salah satu daerah diwilayah jawa barat, kesitulah aku menuju setiap lebaran hanya saja dari pantai pangandaranya menuju kampung ku masih memakan waktu perjalanan dengan kendaraan roda empat kurang lebih 1jam..

perjalananpun dimulai dari jogja melewati wates, purworejo, kebumen, gombong, karangpucung sedikit memotong jalan menuju kalipucang pangandaran, parigi dan sampailah aku di dusun karangmukti, setelah melewati jalan setapak yang tidak pernah tersentuh aspal kurang lebih 2 km, seperti film2 suasana yang asri disekeliling jalan terhampar sawah dan pepohonan yang sejauh mata memandang hijau takakan hilang dari pandangan… namun sayang aku datang ketika hari telah gelap, suasana yang mungkin terasa sedikit mencekam tak ada cahaya selain cahaya lampu mobilku, deru mesin ditemani bunyi jangkrik dan kodok serta serangga2 yang akupun tak pernah mendengarnya ketika malam2 di hingar bingarnya kota.

nie gambar ku ambil dari dalam mobil… inilah jalan setapak yang kumaksud, pohon2 disepanjang jalan dan sawahnya tertutupi gelapnya malam.. cuman klo pagi2 gt lewat sini beh… asridan menyejukan……… kendaraan bermotornya aja bisa itung oleh jari tangan so polusinya masih dalam tahap yang sangat rendah, ditambah kicau-kicau burung angin sepoi2 um…bisa bikin otak yang butek jadi relaks n ngelupain sejenak masalah2 yang lagi diadepin. mudik adalah moment yang paling dinanti2. sambil nyetir sempet ngayal2 gimana yah klo liburan kekampung bareng2 ma sobat2 atau temen2 ramean gt wah asyik bener tuh.

begitu sampai dirumah neneku langsung aja disambut oleh keluarga besar yang telah menunggu kedatangan kami semua.. wah malam yang sepi pecah deh oleh suara tangis dan tawa peluk riuh dan erat menghiasi pemandangan yang dari tadi hanya ada gelap.. pengen rasanya teriak wa…. akhirnya sampai juga.

kegiatan pertama yang ingin sekali kulakukan adalah memancing gurame, gimana g udah dua tahun berlalu sejak kuinvestasikan uang jajan ku untuk membeli bibit gurame, ingin sekali ku melihat perkembangan nya… sudah sebesar apakah gurame2 yang dulu ketika membeli hanya sebesar telapak tangan kira2nya.. bagaiman dengan bawal dan patin tak lupa nilem dan tawes wah buanyak pokoknya mah yang perlu dilihat kolamnya pun sudah disekat2 sesuai dengan jenis ikan didalamnya.. hmmm…

pernah ngerasain tenang dan damai ketika keadaan disekitarmu tetap rame hingar bingar, perasaan itulah yang kiranya kualami ketika sampai dirumah nenekku yang sederhana, keluarga-keluarga yang berkumpul, tertawa bercerita dengan semangatnya..menagis dengan derasnya (hihihi kyak ujan aja deras).

besok adalah hari yang kunantikan, pertama ingin sekali memuaskan penasaran yang selama ini membayangi ya itu td pengen sekali melihat perkembangan ikan2 dikolam, selain itu besok adalah hari terakhir berpuasa yang tentu saja malamnya adalah malem takbiranyang bakal rame dengan takbir dan ritual “ngadulag” (memainkan alunan nada dari bedug diiringi oleh takbir), ada yang aneh dikebiasaan keluarga ku dimana para wanitanya yang memainkan beduk sedangkan para prianya mengumandangkan takbir dari dalam masjid..

yah beginilah kira-kiranya klo cewe2 yang mainin bedugnya, gokil-gokil yah memang keluargaku terkenal dengan kegokilanya hehehe.. mau yang wanita atau laki2.. cuman disitu yang ku senangi, bisa tertawa lepas lumayan biar awet muda terus.. ayo digoyang mang.. mana pakai ngintipin rok segala masa jeruk makan jeruk suka aneh2 aja…

materi pukulan bedug pun di ajarkan, ada kursusnya, g sembarangan nie biar pukulannya berirama dan enak didengar, para muridnya pun mendengarkan dengan seksama…

kumpulan para bapak2nya mengumandangkan takbir didalam masjid, memang benar rasa kekeluargaanya sangat terasa sekali tenggang rasa diantara sesamanya masih bisa kita rasakan, sepanjang malam makanan dan minuman berdatangan dari seantero kampung yah walaupun seadanya tp kebersamaanya yang bikin semua makanan yang dihidangkan menjadi sangat2 nikmat..

yang paling kusuka adalah adat istiadat disini tidaklah begitu mengekang masyarakatnya, tetap tenang damai santai tidak terlalu banyak aturan, semuanya berjalan dengan sendirinya , seperti sudah terbiasa dengan semua rutinitas yang dari dulu sudah ada, orang2nya ramah, easy going mau diajak bercanda tawa juga enak, pokoknya mah asyik dan bakal kerasanlah kalo setiap mudik dikampung.

keesokan harinya, datanglah hari yang ditunggu2, ramai2 berbondong2 orang sekampung mendatangi masjid untuk melaksanakan sholat ied.. kampung yang kalau semua warganya ngumpul untuk sholat ied, masjid yang berukuran kurang lebih 500 m2 pun cukup untuk menampungnya, warga kampungnya yang sedikit memudahkan kita untuk bersilaturahmi dengan seluruh warga begitu selesai menunaikan sholat ied..

minal aidzin..

ketika memapai silsilah keluarga, yang dijelaskan oleh nenekku dengan menunjukan orangnya secara langsung karena memang semuanya hadir di masjid kuperhatikan hampir 80%nya adalah keluarga wah satu kampung itu semuanya keluarga beh buset benerdah gimana gw bisa dapat jodoh disana ya… terpaksa harus melancong ke kampung sebelah dong???

tiba saatnya kita sebagai umat muslim untuk saling maaf-maafan, bersama keluarga-keluarga terdekat terlebih dahulu baru kemudian tetangga dan lainnya.. wah ruangan yang tadinya sunyi senyap berubah menjadi arena adu keras suara tangis.. semua mata sembam kemerah2an.. yang tadinya tertawa menjadi haru riuh tapi didalamnya ada kehangatan iiiii… kerasa banget dewh klo lebarannya dikampoeng..

dscn1863

dscn1859

setelah melepas semua tangis haru saatnya berjalan mengunjungi saudara2 yang lain yang kalau boleh dikata sepertinya tidak efisien, bagaimana tidak ketika dimasjid tadi sudah bertemu dan bermaafan tapi tetap saja harus berkunjung kerumahnya dan mencicipi hidangan2 yang telah disiapkan, hukumnya wajib lho bwt makan disetiap rumah yang dikunjungi sebab kalau tidak maka tuan rumah menganggap tamu yang datang kerumahnya itu sebagai tamu yang sombong.. nah lo bingungkan lo, mana banyak sekali rumah yang harus didatangi penuh sesak deh isi perutnya

dscn1884hari itu selesai juga, setelah cape jalan dari satu rumah kerumah yang lain kita semua tertidur lelap diruang tengah rumah nenekku, hanya bermodal tiker dan kasur yang sengaja dibentangkan diatasnya tumpang tindih dengan badan-badan yang tergolek lemaz.. sebelum tidur sempat ku bayangkan hum… lebaran ini terasa begitu menyenangkan berkumpul bersama keluarga besar. aku sudah tak sabar menunggu hari esok, rencana yang sudah disiapkan jauh sebelum kekampoeng adalah “botram di balong” (ngumpul bareng keluarga dipinggir kolam sambil menyantap ikan)

adzan subuh berkumandang, terasa begitu dekat di telinga..huahaha mang deket kali jarak rumah neneku ke masjid tak lebih dari 30meter, so mau g mau semuanya harus bangun dan dijamin g bakal kelewat waktu sholat.. urusan beribadah yang paling giat nyeramahin adalah kakekku dengan sarung yang warnanya sendiri sepertinya sudah usang mengikuti usianya, kopiah atau kupluk yang dulu hitam telah menjadi coklat legam.. yah begitulah kakekku orangnya bisa dibilang klo sudah suka dan nyaman memakai sesuatu tak pernah mau dilepasnya walaupun banyak pilihan, gimana g semua anak2nya berlomba2 setiap lebaran membawakan hadiah seperti sarung, kopiah dan baju koko namun tak jarang barang2 tsb hanya terdiam didalam lemari,, kritikan2 dari anak2nya pun tak digubrah beliau tetap saja asyik dengan maunya sendiri.. hum.. pria yang punya pendirian beh2..beh2…

sampai2 muncullah ide gila untuk berlomba2 membawakan sarung untuk kakekku mulai dari anak2nya, cucu hingga cicit semuanya membawakan sarung untuk kakekku.. mau ngeliat masa dari segitu banyak yang bawa ga ada yang sreg dihatinya… dan akhirnya pilihan jatuh pada sarung yang dibawakan oleh siendut (panggilan untuk ade’ku) sebuah sarung dengan corak batik berwarna dasar putih bergaris halus.. wo..!!!!! teriak seisi ruangan ketika kakekku memilih sarung itu, semuanya tertawa terbahak2,, atas saran uwa’ ku sarung2 yang tidak dipilih oleh kakekku sebaiknya dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkan.. begitu selesai uwa’ku berbicara langsung saja ruangan yang tadinya serius berubah menjadi arena gulat, mulai dari om2ku dan sepupu2ku semua yang merasa perlu dengan sarung yang baru merasa perlu kiranya bergerak cepat ntuk memilih sarung yang sudah diincar .. dan selebihnya disumbangkan ke masjid..

akhirnya tiba, aku sudah tak sabar menunggu hari esok, rencana yang sudah disiapkan jauh sebelum kekampoeng adalah “botram di balong” (ngumpul bareng keluarga dipinggir kolam sambil menyantap ikan) sejak matahari masih malu mngeluarkan sinarnya, aku dan beberapa sepupu2ku ditemani oleh paman sudah meluncur menuju “balong” (kolam ikan).. untuk menyusutkan air di balong dan mengambil ikan2 yang ada didalamnya untuk dibakr dan disantap beramai2

dscn2041dscn1930

dscn1970

dscn1975

semua yang diceritakan dr tadi sepertinya menyenangkan semua yah… cuman ada bagian2 yang menyedihkannya, perpisahan ya perpisahan dimana2 selalu saja g menyenangkan, wah sepertinya ak belum ingin meninggalkannya, bedug dimalam takbir ingin sekali lagi kutabuh.. jalan2 setapak yang penuh lumpur ingin sekali kutapaki lagi, kolam yang penuh dengan ikan ingin kutaburi lagi pelet dan riuh terdengar ketika ikan-ikan itu dengan segut menyambar.. rumah2 sawah itu, sapi-sapiku, kambing2 ku, kebun salak ku, kebun pohon2 ku dan semua kenanganya masih rindu dan kini harus lah kutinggalkan lagi…

bersambung……..

Tentang radenwana

hanya ingin menulis apa yang ingin ditulis..

One response to “lebaran dikampoeng..”

  1. imam says :

    Semoga puasa sebulan lamax bisa diterima oleh sang Kuasa, dan tiba saatx untuk meminta maafkn atas semua kesalahan saya pribadi khususx dan umumx bt kwan2q semua,,, semoga snantiasa kita dimaafknnn..
    terimakasih y kawan,,,, semog ntum kelk jadi orang yg solehah,,,Amin….!
    —–
    Minal Aidzin wal fidzin, mohon maaf lahir dan batin,,,
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.