asbak neokolonialisme

ini kisah Indonesia-Ku, berpaham demokrasi mengelu-elukan kemajemukan bertajuk kesatuan dalam satu negara.. lembaran kisah sejak Proklamator pertama kali menyatakan Bangsa ini adalah sebuah negara yang merdeka, kemudian sejenak direnggut diktator yang mewariskan sejuta permasalahan untuk kami generasi muda yang harus lahir dalam sejumlah beban dipundak, beralih era dengan tajuk utama Reformasi.. mengusung misi utamanya demokrasi… demokrasi.. demokrasi.. hmmmm….

seperti sebuah tarikan nafas panjang yang berikutnya setelah tersedak di era proklamator.. era reformasipun menarik nafasnya mengisi oksigen untuk kembali membakar warisan-warisan diktator yang masih melekat,, apinya terlihat sangat besar namun kenyataannya tak cukup membakar budaya yang terlalu merekat didalamnya,, ya… korupsi kolusi dan nepotisme adalah merekat bak budaya yang rutinitasnya adalah sebuah keterikatan lingkaran setan..

genta pemilihan langsung pemimpin negara telah berhasil ditabuh, musiknya sejenak menghipnotis.. lirik lagunya inilah saat demokrasi terindah, dimana semua memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. yel-yel anti korupsi katakan tidak pada-nya, pemerintahan bersih, perbaikan disana-sini kemerataan pembangunan.. dihapusnya sentralisasi kekuasaan lahirlah otonomi daerah.. reformasi tlah mendarah daging reformasi tlah sampai pada tahap birokrasi menyentuh administrasi, semua liriknya begitu indah, dinyanyikan bersama seluruh rakyat.. siapa yang sadar kalau itu hanya nYanyian Politik… ketika bosan sekejap nyanyian itu berubah menjadi teriakan.. karena lirik dan kenyataanya tak sejalan…

pembangunan karakter kita tak sejalan dengan budaya yang kita miliki, langkah-langkah antisipatif hanya bersifat meredakan tidak menyembuhkan sama sekali, perpecahan kesukuan semakin meningkat pengelolaan arena politik meluas hingga tirai agama.. lantang-Nya meraka menyebut sebuah janji mengelu-elukan kesuritauladanan yang mana ketika disibak tirainya yang ada omongkosong belaka.. ya kita hanya menjadi sampah negara yang katanya berdiri dengan asas demokrasinya.. Mentah-mentah kita menelan pil itu tanpa melihat dan mempelajari struktur organ-organ yang kita miliki, maka begitulah adanya penolakan dimana-mana karena tak sepahan dan hingga kini tak pernah menemui sebuah pakal untuk ujung dimana diakan berhenti

kita hanya asbak neokolinialisme, jika tidak berpegang pada rasa kepercayaan diri kita bisa sendiri… kita mau memajukan bangsa bukan diri sendiri… Indonesia adlah unik, kaya dan bersahaja! bukan kita yang harusnya selalu menunduk dan mengelu-elukan bangsa lain. kita hadir di dunia sebagai kita… memakai batik dan kopiah, berbahasa Indonesia yang baik dan benar bersikap sopan dan elegan itu hanya kulit luar yang harus ditanamkan adalah IYA KAMI BANGSA INDONESIA YANG BESAR KALIAN LAH YANG SEHARUSNYA MELIHAT KAMI bukan sebaliknya,

berkaca pada semua permasalah yang telah dilewati.. bukan lah hal kecil untuk mengesampingkan prestasi-prestasi anak bangsa.. media sibuk meliput DIRI SENDIRI dan partai politiknya, perang pencitraan memberi kue-kue iklan yang menyegarkan… mencoba merangkul dengan cara yang masih saja sama dengan yang telah dilakukan sebelumnya, tidak kah kita belajar! kepercayaan terbeli kamuflase citra luar.. demokrasi bermandikan antek-antek yang sama.. kekuasaan hanya disegelintir orang memanipulasikan fakta hingga tak mengerti ini adalah yang sebenarnya atau sebaliknya.

kantong kita penuh dengan selebaran berisikan coblos saya, saya punya janji yang akan saya ingkari, kami punya visi yaitu mensejahterakan diri sendir dan kolega-kolega saya.. Gila masih saja meraka tak tau malu… menyebarkannya memasarkanya ini kami produk instan tak perlu ragu memilih kami walaupun track record kami isinya semua adalah kelam!!

mataku tak melihat perubahan yang indah seperti ketika berharap pada masa nyanyian reformasi yang begitu berirama

masih saja kita tak bisa bergantung pada apa yang kita miliki.. dan masih saja kita menjadi asbak neokolonialsme… tak secara gamblang namun tetap terukir..

Advertisements

About suarakentut

hanya ingin menulis apa yang ingin ditulis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: